what's Malam Gembira?
Malam Gembira, or we usually said MG, is name of a BIG EVENT for all of Aloysius's students, kinda arts performing, where every students who pass the selection, could perform whatever they make, for e.g : dance, band, cabaret, and other unique shows. for the selection, some people have bigger chance, especially 12th grade students, because this event will be the last for them. so yaaa.. not to fair for other students but i think it's fair because someday they'll be a 12th grade students too..
but, apparently (baca: UNFORTUNATELY) THIS YEAR, our school's tryin to make some differences, and one of them is: MG WON'T BE HELD THIS YEAR! aaarrrgh! could u imagine that?
dan sebagai gantinya, dibuatlan oratorium gede-gedean di sabuga, dalam rangka 80th Aloysius yang padahal uda dibuat acara khusus untuk itu bulan July lalu.
untuk diperjelas sebelumnya, kami, anak-anak aloy baik SA maupun BN sama sekali tidak melarang atau menggugat adanya oratorium tersebut diadakan. yang kami inginkan hanyalah tetap diadakan MG itu. Jika anda sekalian mempertanyakan kenapa, inilah jawabannya, jawaban yang emang paling logis buat kita, yang menjadikan MG itu berharga.. baik sekarang, 10 tahun lagi, atau 20 tahun lagi...
1. MG itu nyaris 100% kerja keras siswa, berdasarkan panitia siswa sendiri. mungkinkah oratorium seperti itu? tentu 100% tidak mungkin. acara besar yayasan mana mungkin siswa diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian?
2. MG itu bukan hanya sekedar pentas seni yang menghabiskan biaya ratusan juta, MG itu tempat ngjalin persaudaraan antar SA-BN. di mana lagi SA-BN bisa ketemu dan kerja sama kalo bukan di MG?
3. MG ngasih kesempatan kita buat berkarya, sesuai talenta yang kita punya, bukan sesuai otak yang kita punya. itu salah satu nilai positifnya. sebodoh-bodohnya siwa, siapapun bisa ikut MG, bisa berusaha, bahkan kalau lolos seleksi bisa tampil. dan oratorium membuat kesempatan-kesempatan yang terbuka lebar ini semakin sempit. tentu dalam oratorium ini acara tidak akan dari SMA saja tetapi dari TK-SMA. tentu jumlah yang diambil makin sedikit, dan belum tentu yang bagus yang diambil, tetapi yang perlu dan bisa menyenangkan tamu yang diambil.
4. MG mengajari kita gimana cara menghadapi realita hidup yang sebenernya, dengan segala seleksi ketat yang jurinya bukan sekedar mengandalkan koneksi saja, walaupun kelas 3 menjadi prioritas karena sudah memasuki tahun terakir. tapi bukankah dengan adanya oratorium ini angkatan senior ini yang paling dirugikan? baik mental maupun material bagi yang sudah berlatih mati-matian. paling tidak mereka ingin tahun mereka diisi dengan kegiatan yang benar-benar bisa dikenang seumur hidup mereka.
5. MG bukan sekedar kebiasaan lama, tapi MG adalah budaya yang menurut saya harus dikembangkan baik-baik, karena sama seperti sebuah negara, budaya menjadi ciri khas negara tersebut, dan tanpa budaya, negara akan mati. MG memang bukan acara tradisional yang menampilkan acara asli Indonesia, tapi MG adalah hasil kreativitas siswa aloysius. kami ingin membuktikan kemampuan kami bukan hanya di bidang intern saja kepada sekolah lain bahkan kepada dunia..
menurut kami hal di atas bukanlah hal remeh. kami tidak memerlukan acara mewah yang pada akhirnya dihujat oleh alumni, siswa sekolah lain, bahkan warga aloysius sendiri. kami hanya memerlukan sebuah acara dimana satu sekolah yang begitu luas, yang terdiri dari banyak orang dari berbagai golongan menjadi sebuah keluarga yang bisa bekerjasama dan bisa membahagiakan murid-muridnya bahkan hingga pada tahun terakhir mereka...
pertanyaannya, apakah semua orang sadar akan hal ini? atau lebih mementingkan pamor dan prestige sekolah?
No comments:
Post a Comment