buat kalian yang demen nge-blog juga, entah memang baru,ato di gue baru, tapi waktu gue nulis ini, layout blog nya baru! mm.. keren sih kesannya lebi enak diliat aja. hahaha. oke. itu ga penting.
nah ini yang penting.
tadi, err.. tepatnya kemaren. haduh kenapa di saat gue blogging, jam selalu menunjukkan jam 12 lewat? maksud hati selalu mulai jam 11, tapi banyak gangguan, baik jasmani, maupun rohani, selalu tertunda, sehari lamanya. errr...
yah kemarin, gue pergi ke acara Natalan gereja yang berlangsung 2x hari itu, dikarenakan jemaat yang banyak, jadi kebaktian dibagi menjadi 4x (2 dilaksanakan hari ini)
nah yang mau gue bagiin bukan kebaktiannya. yeah the celebration was awesome. there was a great drama, magnificent orchestra conducted by Job Rusli, nice speaker, yeah , totally great :)
tapi poinnya bukan itu. (terus kenapa gue tulis ya?)
pulang dari gereja, gue bersiap makan malem, sebuah ritual yang wajib dilakuin di keluarga gue. mau makan ga makan tetep harus duduk, dan ngumpul di meja makan. dan biasanya kita makan sambil ngobrol atau nonton TV. nah kebetulan, acara yang disiarin di TV itu acara berita sore. tadinya gue biasa aja, toh gue ga suka nonton berita, yang kadang isinya cuma pak mentri ini korupsi sekian lah, si ini selingkuh sama si itu lah, ada demonstrasi di sana lah, si siapa ngebunuh siapa lah, dan sebagainya.
sampai tiba" presenter acara itu ngebacain topik yang akan mereka bahas hari itu
"seorang siswa SMP terancam pidana 5 tahun karena dituduh mencuri sepasang sendal jepit milik Brimob blablabla..."
kontan gue, yang tadinya asik masukin segala sesuatu yang gue liat di piring ke dalem perut (makanan maksudnya) ngangkat kepala mendadak dan langsung pasang kuping baik-baik. dan ternyata iklan. oke. dan gue nunggu sampai iklan beres. eh ternyata dia ngebahas berita lain. yah begitu selanjutnya.
sampai akhirnya berita itu dibahas. bayangin dong saudara-saudara. seorang anak smp, yang mungkin masih ingusan, gatau apa-apa, bisa-bisanya dituntut penjara 5 tahun. yah mending lah kalo dia ngebunuh orang, mutilasi tetangganya mungkin, atau memakan salah satu anggota keluarganya sendiri.tapi kan bukan itu kenyataanya. dia bisa dipidana gitu, cuma gara-gara mencuri sepasang sendal jepit. uh oh. oke kalo itu adalah sepatu adidas bekas david beckam yang harganya 1 milyar, atau mungkin sepatu emas turunan dari Vasco da gama, atau bakiak asli dari pohon jati satu-satunya yang bunganya dari emas? atau apapun lah.
reaksi pertama gue adalah. ketawa. yang tadinya ketawa lucu jadi ketawa ngejek dan akhirnya ketawa sinis.
bukan ditujukan kepada si anak tentu aja
tapi kepada si Brimob blablabla yang gue lupa namanya itu. yaampun pa, saya prihatin banget. apakah sendal jepit itu berharga banget buat bapa? atau bapa gengsi aja gara-gara ada kecolongan sendal sama anak SMP? bahkan di berita itu disebutkan, komnas anak bersedia menyiapkan sepasang sendal.
jangankan komnas perlindungan anak. gue deh nyumbang sendal buat dia.
sendal jepit swallow. warna boleh pilih. mau dua juga boleh.
yah bisa aja kan gue main hakim sendiri, langsung nge-judge si bapa brimob tanpa nanya dulu motif dia yang sebenernya. mungkin aja anak smp itu teroris yang berniat masang bom di sendal jepit itu? ato mungkin dia make sendal jepit itu buat buka brankas rumahnya? apapun itu, gue cuma, yah kadang sedikit kasian sama bangsa ini.
bayangin aja, kejadian begini bukan sekali-dua kali kejadian di sini. kadang-kadang terpidana itu anak kecil yang cuma nyuri ayam tetangga. atau pernah juga nyuri biji kopi. mereka. anak kecil yang sebenernya masih bisa didik, diajari dari kesalahan mereka sendiri, supaya lebih baik lagi, malah diperlakukan selayaknya mereka uda dewasa dan ngerti apapun tentang hidup. sedangkan pejabat A, atau pejabat B, bisa bolak-balik berkeliaran dengan BMW ato mercedes benz nya tanpa pernah kebongkar topeng yang sebenernya kalau dia itu tukang korupsi uang rakyat. padahal dia ber status oom, atau bapa, atau mungkin opa sekalian, mengingat umurnya yang pastinya bukan belasan tahun.
plis dong pa. ini yang namanya keadilan? supaya setiap orang diperlakukan sama rata dan ga mengenal umur, jenis kelamin atau apapun? ini sih bukan keadilan. ini namanya kesewenang-wenangan. ibarat seorang ibu yang beliin bb yang sama buat anaknya (onyx putih) karena dua anaknya minta. yang satu berumur 17 taun, yang satu lagi baru memasuki taun pertama dia idup. alias 1 taun. apa ADIL itu berarti harus beli hp yang sama untuk kedua anaknya gara-gara mereka merengek minta dibelikan? dan ga menutup kemungkinan kalau si adik itu cuma ikut-ikutan kakanya.
yah gue pikir sih engga gitu. ini bukan keadilan. bukan sama sekali.
ckckck.
No comments:
Post a Comment